
Ada beberapa temanku yang bikin band humor, namanya Ketan Kincau (tapi katanya dah dirubahjadi d’ Ketans). minggu pagi kemarin mereka pentas di acara jalan santai yang diselenggarakan oleh Pro TV dan Indomilk. menurut jadwal yang dikasih panitia, mereka bakal pentas jam 09.00-09.20.
berbekal semangat untuk melihat penampilan terbaik sobat2ku itu, sebelum jam 9 aku berangkat dari rumah di sekitar jalan Dr. Cipto. sampai disana sekitar jam 9 lewat sedikiiiit. bujubuneng, baru aja aku masuk ke lapangan Kalisari, tempat mereka pentas, Furrysalah satu vokalis grup band itu dah keluar dari lapangan sambil bawa alat-alat pentasnya. “Wah, Prast Telat” kata dia. ternyata mereka dah mulai pentas sekitar jam setengah sembilan. WAH, TEE..OOT. akupun jadi lemes. rugi dong dah datang ke kalisari.
tapi untuk segalanya, kita harus cepat-cepat mempersiapkan plan B. ga nonton mereka pun ga jadi apa, tapi harus ada gantinya, masak langsung pulang gitu aja. maka, the next destination pun langsung ditetapkan. KOTA LAMA.
ada sesuatu yang bikin senang setiap aku lewat disini, bangunan-bangunan tua yang dah jadi saksi sejarah kota Semarang. hampir satu jam aku habiskan untuk melihat dari dekat gedung-gedung tua itu, mulai dari Gedung Marba, Gereja Blenduk sampai ke eks Toko Buku Van Dorf. di salah satu sudut bangunan tua ada 3 remaja yang sedang mengambil gambar memakai kamera digital. akupun jadi pengen ikut foto-foto ketika melihat sebuah VW Kodok yang diparkir.
Tujuan selanjutnya setelah kotalama adalah melihat gedung SOBOKARTI, ini adalah gedung pertunjukan yang digunakan di Semarang sebelum adanya Taman Budaya Raden Saleh (kalau salah tolong diralat ya). tapi acara satu ini gagal karena aku tidak menemukan gedung itu. maklum saja, walau sudah lima tahun di Semarang aku belum pernah mengunjunginya. info yangpernah kudapat hanyalah bahwa gedung itu ada di dekat Semarang Exhibition Center (yang kini mangkrak) di jalan Dr. Cipto.
setelah kekecewaan kedua yang kuterima hari minggu itu, aku langsung cabut ke daerah pecinan untuk melihat klenteng2 di sana. setelah sempat berputar-putar di pecinan, aku akhirnya berhenti di Klenteng Tay Kak Sie. disini ada Replika Kapal yang dipakai berlayar oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam Po Kong. replika yang ada di sini merupakan Replika kedua, beberapa tahun lalu pernah dibuat replika juga, tetapi kemudian diganti agar lebih kuat.
oke, akhirnya hari mingguku ga terlalu mengecewakan. dan akupun bisa tersenyum ketika memutuskan untuk pulang dari klenteng Tay Kak Sie.